Breaking News
http://www.breakingnews.com/topic/indonesia/

Recent Post

Rabu, 26 Oktober 2016
Pengertian Bios Dan Cara setting bios

Pengertian Bios Dan Cara setting bios

Basic Input Output System (BIOS) merupakan sebuah software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

Fungsi BIOS
Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

 


Cara Kerja BIOS 
Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstal, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah  semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.
 

Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung saja tekan tombol F2 agar bisa masuk ke pengaturan BIOS.  

Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :
  • Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
  • Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
  • Advanced Chipset Features.
  • Integrated Peripherals.
  • Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking.
  • PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll.
  • PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
  • Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
  • Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
  • Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS.
  • Set User Password.
  • Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
  • Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.
Cara Setting BIOS
1. Setelah masuk ke BIOS maka akan ada tempilan seperti di bawah. Pada tampilan pertama akan ada pemberitahuan mengenai hardware yang ada pada laptop atau komputer. Hal ini ditujukan untuk mengecek apakah hardware kita terbaca dan bekerja dengan baik pada laptop.

Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
2. Pada tampilan ke 2 "Tab Main" akan ada setting waktu dan tanggal. Kemudian ada lagi pemberitahuan mengenai kapasitas RAM laptop. Kemudian ada pengaturan lainnya.

Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
3. Pada tampilan 3 "Tab Security" digunakan apabila teman-teman ingin memberikan password pada BIOS.

Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
4. Pada tampilan 4 "Boot" akan digunakan untuk mengatur booting pada laptop atau komputer. Biasanya sebelum menginstal ulang, pengaturan BOOT lah yang terlebih dahulu disetting.
 
Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
5. Pada tampilan terakhir akan ada pemberitahuan mengenai Exit dan Save BIOS.

Senin, 17 Oktober 2016
Sistem Operasi

Sistem Operasi

Sistem Operasi

Sistem  Operasi     adalah  perangkat  lunak  yang  bertugas  mengelola penggunaan sumberdaya dalam komputer dan menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk mengakses sumberdaya tersebut.
FUNGSI
Fungsi-fungsi sebuah sistem operasi secara umum dapat dilihat pada gambar 4.2.
x       Antar muka pengguna
Fungsi ini merupakan fungsi yang paling mudah dikenali oleh pengguna karena melalui fungsi ini pengguna dapat berinteraksi dengan sistem operasi, perangkat keras maupun perangkat lunak yang lain.     Sistem operasi pada dasarnya menunggu input atau instruksi dari pengguna dan kemudian menerjemahkan perintah-perintah tersebut dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer.                    Antar  muka  pengguna  menjadi  tempat  bagi  pengguna  untuk menuliskan atau menyampaikan perintah tersebut.
  
Gambar 4.2. Fungsi-fungsi sistem operasi.
Secara garis besar ada dua model antar muka pengguna yaitu Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface (GUI).                                      CLI memberikan fasilitas bagi pengguna untuk memberikan perintah dalam bentuk teks sedangkan GUI lebih berbasis pada tampilan grafis.  Dewasa ini hampir semua sistem operasi modern menyediakan model GUI sebagai antar muka pengguna. Beberapa menyediakan GUI yang terintegrasi dengan kernel sistem operasi, misalnya pada Microsoft Windows dan Apple Mac OS versi awal.  Sedangkan yang lainnya menyediakan GUI yang bersifat modular, yaitu tidak terintegrasi langsung pada kernel sistem operasinya, seperti pada Unix, Linux dan Mac OS versi X ke atas.
x       Manajemen memori
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau  bahkan  jutaan.  Setiap  word atau  byte  mempunyai  alamat  tersendiri. Memori  utama  berfungsi  sebagai  tempat  penyimpanan  instruksi/data  yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat Masukan/Keluaran. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile -- tidak permanen -- yaitu data akan hilang kalau komputer dimatikan.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
o  Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
o  Memilih program yang akan di-load ke memori.

Gambar 4.3. Manajemen memori pada sistem operasi Microsoft Windows
x       Manajemen file
File  (berkas)  adalah  kumpulan  informasi  yang  berhubungan,  sesuai dengan tujuan  pembuat  berkas  tersebut. Umumnya  file  merepresentasikan program dan data. File dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi mengimplementasikan konsep abstrak dari file dengan mengatur media penyimpanan massal, misalnya tapes dan disk.
Sistem  operasi  bertanggung-jawab  dalam  aktivitas  yang  berhubungan dengan manajemen file :
o  Pembuatan dan penghapusan file.
o  Pembuatan dan penghapusan direktori.
o  Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
o  Memetakan berkas ke secondary-storage.


Gambar 4.4. Windows Explorer sebagai sarana pengelolaan file.
x       Manajemen proses
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Alokasi sumber daya tersebut dikelola oleh Sistem Operasi.  Misalnya, penggunaan memori oleh CPU, file-file yang terbuka, dan penggunaan oleh perangkat- perangkat input/output lain. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan mendapatkan kembali semua sumber daya yang bisa digunakan kembali.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
o  Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
o  Menunda atau melanjutkan proses.
o  Menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi proses.
o  Menyediakan mekanisme untuk komunikasi proses.
o  Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
Gambar 4.5. Manajemen proses pada sistem operasi Microsoft Windows.
x       Manajemen sistem masukan dan keluaran (I / O)
Sistem ini sering disebut dengan device manager. Menyediakan device driver yang umum sehingga operasi Masukan/Keluaran dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem Masukan/Keluaran:
o  Penyangga:      menampung      sementara      data     dari/ke     perangkat
Masukan/Keluaran.
o  Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
o  Menyediakan  driver:  untuk   dapat  melakukan  operasi   rinci  untuk perangkat keras Masukan/Keluaran tertentu.

Gambar 4.6. Manajemen I / O pada sistem operasi Microsoft Windows.
3.1.3    BIOS
BIOS  merupakan  singkatan  dari  Basic Input/Output System.     BIOS adalah kode-kode program yang pertama kali dijalankan ketika komputer dinyalakan (booting). Fungsi utama BIOS adalah untuk mengidentifikasi dan mengenali perangkat keras komputer.              Biasanya BIOS akan tersimpan dalam ROM (Read Only Memory) yang ada pada motherboard suatu komputer.
Ketika komputer dinyalakan maka BIOS akan mencoba mengenali bagian- bagian komputer berikut ini:
x       clock generator.
x       processors dan caches.
x       chipset (memory controller and I/O controller).
x       system memory.
x       Semua perangkat PCI
x       primary graphics controller.
x       Mass storage controllers (seperti SATA and IDE controllers).
x       Various I/O controllers (such keyboard/mouse and USB).
Setelah dikenali maka BIOS akan memanggil program untuk boot suatu sistem operasi (boot loader).
                                                    


Kita dapat melakukan setting BIOS dengan menggunakan fasilitas yang disediakan  oleh  BIOS.                                         Biasanya  dengan  menekan  tombol  Del  atau  F2 (tergantung jenis komputernya) ketika komputer baru dinyalakan.  Jika berhasil masuk maka kita akan disuguhi tampilan seperti pada Gambar 4.7.  kita dapat melakukan serangkain pengaturan pada perangkat keras yang ada pada komputer.

Gambar 4.7. Tampilan BIOS utility.
Jenis-jenis Bios
- Ami Bios
- Pionix Bios

- Award Bios
Copyright © 2016 Doell Art
Designed by Abdullah Rievaldi